Selasa, 24 September 2013

Selamat Jalan Pak, Doa kami menyertaimu..

Assalamualaikum Wr Wb
sebelum memulai untuk hari ini ada baiknya kita membacakan Al-Fatihah untuk Bapak guru tercinta Alm. Nugroho Wahyudi.
baik temen-temen, saya bisa merasakan kesedihan yang kalian alami setelah di tinggal beliau, tapi beliau memang sudah punya komitmen dengan yang Maha Kuasa. jadi tidak setupun bisa mengelak dari komitmen yg telah kita sepaki dengan Allah SWT. 
saya jadi ingat beberapa kutipan dalam Novel yang pernah saya baca. 
Inilah hidup. inilah lingkaran kejadian yang tidak bisa kita hindari.
Kita harus membuka mata hati kita untuk segala kemungkinan.
kita harus menghadapi setiap kejadian yang terjadi, bukan melarikan diri dari kenyataan.
ya, seperti inilah kehidupan teman. memang kita belum siap di tinggal oleh beliau, tapi sebenarnya kita sudah siap hanya saja kita tidak menyadari hal itu, tugas beliau hanya sampai d sana, apa yang beliau berikan selama ini itulah tugas yang beliau dapat dari-Nya. dan beliau baru saja menyelesaikan tugasnya sebagai seorang pembimbing bagi kita. sebagai seorang yang membatu kita untuk meraih mimpi-mimpi kita, walau hanya sesaat. beliau tidak meninggal kita, tidak pernah, beliau akan tetap hidup di dalam dan di dasar hati serta jiwa kita. bukan begitu teman2 ? 
saya memang gak bisa memberi lebih untuk catatan kali ini. semua yang hidup pasti akan mati bukan ? kenyataan yang seperti inilah yang di sebut takdir. kenyataan seperti inilah yang menjadi rahasia Allah. dan kita bukan org yg pantas untuk membuka rahasia itu, bahkan sangat tidak pantas dan tidak akan pernah bisa sampai kapanpun. 
temen2 kalo inget kata2 oki, semua ini hanya masalah waktu kan ? 
kalo boleh saya tambahkan sedikit aja, dari kutipan yang saya ambil di Novel Kesayangan saya. 
"kalaupun mati itu bukan perpisahan, hanya saja Ia melanjutkan perjalanan lebih dulu."
dengan kesimpulan mari persiapkan diri kita untuk perjalanan yang sebenarnya. 
sekian dari saya karena hidung mampet tenggorokan kering dan panas dalam menghalangi pikiran saya untuk melahirkan ide2 yang biasa saja. 
cukup sekian. 
Wassalam. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar